Tuesday, September 19, 2006

Seminar! Spirit & Motivation

Studium generale
Pemanfaatan Teknologi informasi di indonesia.
himpunan mahasiswa teknik informatika.
Universitas komputer indonesia.
19 september 2006.

Di kampus UNIKOM jl.Dipati Ukur Bandung di gedung Miracle
lantai paling atas. Ngebut dua menit cukup dengan sepeda motor
vega edisi terbaru di zamanya (alias keluaran pertama) hehe2.
Untung dech acarane belom molai karena suatu kehormatan kita berdua
ama rekan seperjuanganku diundang untuk mengisi seminar oleh Bpk.Dr.Budi Rahardjo.
berhubung waktu terbatas jadi cuma kebagian mengisi kursi yang kosong.

5D(Datang Duduk Diam Denger Dapet Ilmu) dan mudah-mudahan dapet pahala amien.
Cos maksud kedangan kita kan ingin mencari ilmu insyaAllah tercatat sebagai amal ibadah.
Acara seminar yang berlogo Studium generale dan bertajuk "Pemanfaatan Teknologi
Informasi di indonesia" kerjasama kampus UNIKOM(Universitas Ilmu Komputer Indonesia)
yang punya hajat dan HMIF(Himpunan Mahasiswa Informatika) pada tanggal 19 September 2006.
Acara ini sangat meriah cos pemateri utama dan satu-satunya adalah Bpk.Dr.Budi Raharjdo Phd.
yang pakar dan sangat berpengalaman di dunia IT.

Beliau Bpk.Budi sangat exelent dalam mengemas orasinya dalam seminar ini. Dengan bahasa yang
intelek dan gaul abisz sehingga sangat mudah sekali diterima oleh peserta yang dominan adalah
Maba (Mahasiswa Baru) kampus UNIKOM. Didalam ruangan tertutup yang kira-kira diisi 700 lebih
mahasiswa putra dan putri dengan ruang ber-AC ditengah udara segar kota bandung. Substansi
yang Beliau sampaikan sangat berkesan sekali bagi saya karena setiap kata disertai fakta menjadikan
kami mendapatkan suntikan darah segar yang siap mengalir disekujur badan dan siap didonorkan
menjadi suatu amal untuk mengembangkan diri.

Suatu seminar yang penuh dengan semangat motivasi membangunkan raksasa yang sedang tidur pules.
Disinilah aku tersentuh dan termotivasi serta tergerak untuk sadar bangkit dan beraktivitas.
Aku sadar bahwa selama ini aku masih banyak berhura-hura berbuat yang sia-sia.
Aku mengajak pada jiwaku yang lemah terbatas serba-kurang ini untuk tunduk sejenak
Aku ingin berubah kearah yang lebih maju
Aku ingin motivasiku tidak sekedar jargon dan wacana belaka
Aku harus semangat
Aku harus menatap masa depan dan meraihnya sekuat daya upayaku....
Aku pantang mundur dech ....

Maju terus pantang mundur
Maju tujuh langkah munrur satu langkah aj dech... hehe..
Semangat-semangat.......
GueNeVeR Die .........
Gue HauS Ilmu ......

Pokoknya suatu moment yang tak terlupakan dech
Rugi dech Gue sampe gak jadi beken (gak nyambung)
Aku nulis sambil pusing kale yah...
Tulisanku jadi gak fokus...
Ya udah dech...
Nulis sambil ngantuk ya gini...
Yang jelas Aku gak rugi dapet panggilan dari Phonsel Bpk.Budi Rahardjo tadi..
Seru...

Read More......

Wednesday, September 06, 2006

Menjadi Juara

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil
mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah
peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan
sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang
dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua,
sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.

Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai.
Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan
tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,

"Ya, aku siap!".

Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong
mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.

Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing.
"Ayo..ayo..cepat..cepat..maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang
pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.

Dan, Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia
berucap,dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa
kepada Allah agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu
yang aku panjatkan" kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah untuk
menolongmu mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada Allah, supaya
aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.

Mark tidaklah bermohon pada Allah untuk menang dalam setiap ujian. Mark
tidak memohon Allah untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin
diraihnya. Anak itu juga tak meminta Allah mengabulkan semua harapannya.

Ia tidak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark
bermohon pada Allah, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.
Ia berdoa,agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa
bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Allah untuk
mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Allah
untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang
dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Allah, untuk menghalau
setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang
kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita,
sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.

Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak
adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Allah memberikan
kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah
menyerah. Sesungguhnya, Allah sedang menguji setiap hamba-Nya yang saleh.

Read More......
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Bergerak Berkali-Kali coz Mati hanya sekali!! © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu